Instalasi & Konfigurasi Mikrotik Sebagai Gateway Server
Oleh : Imam solikin
Assalamu alaikum W.r W.b
Tutorial ini akan memberikan langkah demi langkah proses instalasi dan konfigurasi Mikrotik sebagai Gateway Server. MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi linux yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan

oleh ISP dan provider hostspot.
Berikut Spesifikasi minimal yang dibutuhkan :
a. CPU dan motherboard - bisa dgn P1 ~ P4, AMD, cyrix asal yang bukan multi-prosesor
b. RAM - minimum 32 MiB, maximum 1 GiB; 64 MiB atau lebih sangat dianjurkan, kalau mau sekalian dibuat
proxy , dianjurkan 1GB… perbandingannya, 15MB di memori ada 1GB di proxy..
c. HDD minimal 128MB parallel ATA atau Compact Flash, tidak dianjurkan menggunakan UFD, SCSI, apa lagi
S-ATA (mungkin nanti bisa untuk Ver. 3.0 jika sudah ada)
d. NIC 10/100 atau 100/1000
Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk
mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.
Untuk info lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com Anda juga dapat mendownloadnya secara gratis disitus tersebut namun hanya Free trial untuk 24 jam saja karena Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan.
Kita bisa membeli software MikroTik dalam bentuk “licence” di CITRAWEB, UFOAKSES, PC24 yang diinstall pada HardDisk yang sebelumnya download/dibuat MikroTik RouterOS ISO ke keping CD atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal pasang DOM pada slot IDE PC kita.
Berikut adalah langkah-langkah instalasi Mikrotik melalui CD :
1. Setup BIOS agar dapat Booting melalui CD
Boot Device, setelah itu tekan tombol ESCAPE lalu tekan F10 dan pilih ‘Yes’
2. Masukkan CD instalasi Mikrotik setelah Loading maka akan muncul jendela awal instalasi seperti pada gambar di
bawah. Pilih semua paket instalasi menggunakan tombol panah dan tandai menggunakan tombol spasi [Space
Bar], untuk mulai menginstall tekan huruf ‘i’
3. Tekan ‘y’ jika Anda ingin mempertahankan konfigurasi lama, jika ingin melakukan fresh install tekan ‘n’
4. Tekan ‘y’ untuk lanjut ke proses pembuatan partisi dan format Hardisk.
5. Proses pembuatan partisi dan format Harddisk
6. Proses instalasi paket-paket yang telah dipilih sedang berlangsung
7. Proses instalasi selesai, tekan ENTER untuk reboot, jangan lupa mengeluarkan CD instalasi Mikrotiknya
8. Proses Loading untuk masuk ke sistem Mikrotik, tekan ‘y’ jika Anda ingin melakukan pengecekan pada Harddisk.
9. Jendela Login, isi Login dengan admin sedang Password dikosongkan saja, lalu tekan ENTER
10. Jika Anda berhasil Login maka akan muncul tampilan Prompt seperti pada gambar
Sebelum masuk ke proses konfigurasi, agar lebih mudah dipahami berikut saya gambarkan topologi jaringan sebagai contoh kasus yang kemudian akan kita implementasikan dalam bentuk konfigurasi Mikrotik. Ini sebagai contoh saja, aslinya Anda harus menyesuaikan dengan kondisi jaringan Anda sendiri.
I N T E R N E T
128 Kbps 64 Kbps 64 Kbps 32 Kbps 64 Kbps 32 Kbps
Gateway Server Mikrotik
Client-01
IP Address : 192.168.1.1
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.254
DNS : 10.0.0.100
Switch
Interface : Public / ether1
IP Address : 172.22.22.2/29
Interface : Local / ether2
IP Address : 192.168.1.254/24
Gateway ke Internet
IP Address : 172.22.22.1/29
DNS Server : 10.0.0.100
256 Kbps 128 Kbps
Client-02
IP Address : 192.168.1.2
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.254
DNS : 10.0.0.100
Client-03
IP Address : 192.168.1.3
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.254
DNS : 10.0.0.100
Berdasar pada gambar topologi yang sudah dibuat, ada beberapa hal yang nantinya harus dilakukan, yaitu :
Menentukan IP Address untuk Interface Public dan Local pada Gateway Mikrotik, dimana Interface Public
akan terkoneksi ke Jaringan Internet sedang Interface Local akan terkoneksi ke Jaringan Local.
Menentukan IP Address disetiap Client, sesuaikan seperti pada gambar topologi.
Menentukan Routing pada Gateway Mikrotik sehingga dirinya sendiri sudah harus bisa terkoneksi ke
Internet.
Mengaktifkan NAT pada Gateway Mikrotik agar setiap Client dapat terkoneksi ke Internet.
Membatasi penggunaan bandwidth download dan upload untuk masing-masing Client, seperti terlihat
pada gambar topologi.
Dari hal-hal yang kita lakukan di atas menjadi panduan bagi kita untuk menentukan apa saja yang harus kita
kerjakan, berikut langkah demi langkah proses konfigurasinya :
1. Langkah-langkah konfigurasi IP Address Gateway Server Mikrotik
a. Karena Gateway Mikrotik akan menghubungkan area local dan area public maka pada PC Gateway sudah
harus terpasang minimal 2 buah Ethernet Card, dalam hal ini Interface Public dan Interface Local. Sebagai
langkah awal kita harus memastikan bahwa kedua interface telah dikenali oleh PC Gateway.
Untuk itu masuk ke sistem mikrotik setelah sebelumnya Login, lalu ketikkan perintah berikut pada prompt :
[admin@MikroTik] > interface ethernet print
Jika kedua interface terdeteksi Perintah menampilkan daftar Interface Tabel Interface
Interface ether1
Interface ether2
Copyright 2008 Oke.or.id Halaman : 10
b. Konfigurasi IP Address untuk kedua Interface
2. Konfigurasi IP Address Client-01, cara yang sama dilakukan pada Client-02 dan Client-03, yang berbeda hanyalah IP Address yang diberikan. Perintah menampilkan daftar IP Address Terlihat pada table masih kosong Perintah menambah IP Address untuk Interface ether1 Perintah menambah IP Address untuk Interface ether2 Terlihat pada table daftar IP yang sebelumnya telah ditambah:
1. Klik kanan Properties
2. Klik kanan Properties
3. Klik 2X
4. Isi sesuai pada gambar
3. Menentukan Routing Gateway Mikrotik agar bisa terkoneksi ke Internet
a. Untuk melakukan konfigurasi pada Gateway Mikrotik kali ini kita akan menggunakan Tools bawaan Mikrotiksendiri yang bernama WINBOX, alasan utama menggunakan winbox karena aplikasi tersebut sudah
berbasis GUI sehingga lebih mudah dan telah berjalan di atas OS Windows. Cara memperoleh aplikasi winbox yaitu dengan mendownloadnya dari Gateway Mikrotik via Web, untuk itu sebelumnya pastikan dulu
PC Client telah terkoneksi ke Gateway Mikrotik. Cara termudah untuk memastikan hal itu adalah dengan
melakukan tes PING dari Client ke Gateway Mikrotik, jika sudah ada pesan Reply berarti telah terkoneksi
dengan baik. Selanjutnya pada client yang menggunakan OS Windows, buka Internet Explorer atau
program Web Browser lainnya lalu pada Address ketikkan alamat IP dari Gateway Mikrotik.
1. IP Address Gateway Mikrotik
2. Klik teks “Download it”
3. Simpan file winbox
b. Jalankan program winbox
1. Klik 2X icon winbox
2. IP Address Gateway Mikrotik
3. Username : admin
4. Password dikosongkan saja
5. Klik ‘Connect’
JENDELA UTAMA MIKROTIK
c. Setting Routing ke Internet Gateway, lihat kembali gambar topologi jaringannya sebagai panduan.
1. Menu IP
2. Menu Routes
3. Klik tanda ‘+’
4. isi : 0.0.0.0/0
5. isi : 172.22.22.1
6. Klik ‘OK’
7. Tampilan Tabel Routing
1. Menu IP
2. Menu Firewall
3. Tab NAT
Firewall
4. Klik tanda ‘+’
d. Pada tahapan ini seharusnya semua Client sudah bisa terkoneksi ke Internet.
1. Tab General
2. Chain: ‘srcnat’
3. Src. Addr: IP Address Client
4. Tab Action
5. Action: ‘masquerade’
6. Klik ‘OK’
Lakukan langkah yang sama untuk mengatur bandwidth download dan upload untuk Client-02 dan Client-03. Bagian yang berbeda hanya pada : Name, Packet Mark, Limit at dan Max Limit. Tampilan Akhir pengaturan bandwidth untuk masing-masing Client akan terlihat seperti pada gambar
berikut :
.:: S E L E S A I ::.
Indikator pemakaian
Hijau : 0 – 40%
Kuning : 40 – 70%
Merah : 70 – 100%
Bandwidth Minimal
Bandwidth Maximal